Alkisah, di suatu desa tinggallah seorang pemuda yang mempunyai keinginan kuat untuk memperdalam ilmu agamanya. Seperti halnya para pemuda sebayanya yang pergi memperdalam ilmu agamanya pada guru-guru terkenal di kota, dari cabang fiqih, hadits, sejarah, aqidah, nahwu, sampai sastra dan berharap sekembalinya dari menuntu ilmu menjadi ulama dan faqih yang terkenal, menyebarkan ajaran agama Islam. Karena itulah, setelah membulatkan tekadnya, sang pemuda meminta izin pada orangtuanya.
Pemuda : “Wahai ayah dan ibu, sungguh besar keinginan putramu ini untuk memperdalam ilmu agama dan menyebarkannya di jalan Allah. Izinkanlah putramu ini untuk pergi menuntut ilmu seperti pemuda-pemuda lainnya di desa ini.”
Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan sederhana yang kita lakukan kepada orang lain akan mampu mempengaruhi kehidupan mereka, mungkin Film “PAY IT FORWARD” bisa menjadi pendorong yang memberikan kita semangat untuk selalu tidak jemu-jemu berbuat baik kepada orang lain.
Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi. Dia menamakan ide tersebut: “PAY IT FORWARD”
Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang pemuda gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.
Percobaanpun dimulai :
