Tahun 94-95 saya tinggal di AS. Beberapa sahabat saya laki-laki Afrika
dan Amerika mengomentari para perempuan Malaysia yang menutup auratnya
termasuk rambutnya. Saya belum berjilbab. Kata laki-laki: "Kalau saya
mau kawin, saya gak mau sama perempuan-perempuan Malaysia itu. Seperti
beli kucing dalam karung. Gak tahu bentuk tubuhnya, kepalanya, warna
kulitnya." Dasar laki-laki! Sebagai perempuan, saya bela perempuan
Malaysia: "Bersyukurlah perempuan itu tidak kau kawini, lelaki yang
hanya berorientasi pada tubuh dan seks. Mereka menunggu lelaki yang
baik, yang akan melamar mereka karena tujuan perkawinan yang lebih
luhur."
